SUDAHKAH SURGA HADIR DI RUMAH KITA?

“Rumahku surgaku”, sungguh indah kalimat itu. Tapi sejujurnya, sudahkah kita merasakannya? Atau bahkan bisa jadi kita belum tahu bagaimana konsepnya! Rumah tanga Rasulullah bukanlah rumah tangga yang dipenuhi dengan materi, sebab pernah 3 bulan lamanya beliau bersama aisyah hanya minum air. Demikian pula terhadap istri-istri beliau lainnya, semuanya rata-rata benar-benar minim dalam masalah kehidupan dunia, namun yang mengherankan, beliau tetap bisa berkata, Rumahku surgaku!

Sebaliknya, ada suatu rumah tangga yang dipenuhi dengan harta, namun kebahagaian hampir tidak ada di dalamnya. Tiap hari ribut melulu, hingga akhirnya perceraian tak bisa dielakkan. Nah, dengan gambaran ini semakin jelas, harta bukanlah faktor penentu hadirnya surga (baca : kebahagiaan) di rumah kita. Ada hal-hal lain yang lebih penting yang patut kita ketahui.

Pembaca sealian, hati merupakan sumber rasa kasih sayang. Dialah ikatan yang paling kokoh antara suami dengan istrinya. Cinta kasih, kelembutan dan ketenangan semuanya bersumber dari hati. Wanita hendaknya mengetahui posisnya di hadapan suami dan mendekatinya melalui pintu hatinya yang peka. Rasulullah telah berwasiat tentang wanita dengan sabdanya:“Nasehatilah wanita dengan baik karena mereka adalah amanah di pundak kalian. Kalian menghalalkan  kemaluannya dengan kalimat Allah l dan sunnah Rasul-Nya. Janganlah kalian menampar muka dan jangan menghinanya.”

Selain itu, rumah tangga ibarat sebuah persekutuan. Didalamnya dituntut saling amanah dan tidak terjadi pengkhianatan karena Allah l berfirman di dalam hadits qudsi, “Aku adalah pihak ketiga bagi dua orang yang berserikat selama tidak ada seorang pun yang menghianati pihak lainnya. Jika ada yang berkhianat maka Aku keluar dari perserikatan itu.” (Riwayat Abu Daud).

Tujuan Islam menyatukan laki-laki beriman dengan perempuan beriman dalam suatu pernikahan adalah agar dapat mencapai ketenangan, kebahagiaan, ketentraman dan kesuksesan hidup, mendapatkan keturunan yang baik yang nantinya akan berjihad di jalan Allah untuk mengangkat bendera kebenaran dan menyebarkan keadilan dan kedamaian di bumi .

Pembaca nikah sekalian, inilah edisi perdana yang kami janjikan. Semoga bisa memenuhi harapan kita semua. Sebab tujuan utama kami, agar pembahasan majalah ini lebih mengerucut terhadap masalah-masalah keluarga. Adapun jika dirasa masih banyak kekurangan, sudilah kiranya para pembaca memberikan kritk dan sarannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current ye@r *

Back to top