Indahnya Saling Menghargai

(Beranda, Juni 2010)

Ada baiknya kita ingat kembali, tidak ada manusia yang sempurna. Apapun yang diusahakan oleh manusia, selalu saja menyisakan kekurangan. Untuk itu, alangkah baiknya bila pasutri belajar menghargai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sebab, salah satu faktor tercapainya kebahagiaan diri, bila seseorang mampu memahami segala kekurangan siapapun yang dengannya dia berinteraksi. Dan yang paling utama, tentu saja pasangan kita sehari-hari.

Perbedaan karakter merupakan suatu hal yang tidak bisa dihindari, sehingga setiap pasutri wajib berusaha menerima perbedaan karakter tersebut. Dan itu akan semakin mudah, bahkan semakin memberikan kenikmatan lebih, bila dibangun di atas ketulusan. Ada isyarat dalam hadits berikut, yang mungkin tidak dipahami oleh banyak orang.

“Janganlah seorang suami beriman membenci istrinya yang beriman. Karena kalau ia tidak menyukai salah satu tabiatnya, pasti ada tabiat lain yang membuatnya merasa senang.” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim II : 1091 dan Ahmad II : 329)

Hadits ini secara tegas mengisyaratkan, setiap pasutri harus berusaha mengoptimalkan sisi karakter yang disukai oleh pasangan, agar dapat meminimalisir pengaruh karakter dan kebiasaan buruk terhadap pasangannya tersebut. Jangan sampai karakter yang tidak disukai pasangan, justru semakin dominan dari hari ke hari.

Sebaliknya, karakter yang kurang disukai itu hendaknya semakin dikikis, sementara karakter yang disenangi oleh pasangan, semakin hari semakin diasah. Bila keduanya melakukan hal itu, niscaya kehidupan rumah tangga akan semakin ceria, kebahagiaan dan ketenteraman menghiasi kehidupan sehari-hari.

Selain itu, seseorang yang bisa memahami kekurangan, berarti juga bisa menghargai kelebihan. Pasutri yang semakin memahami kekurangan pasangannya, semakin pula ia mampu menghargai kelebihan dan keistimewaan yang dimiliki pasangannya.

Nah, dalam Nikah Sakinah edisi Juni 2010 ini, dibahas bagaimana pasutri (pasangan suami istri) harus menghargai pasangannya. Terutama, bagaimana agar seorang istri bisa dihargai oleh suaminya.

Tagged under: , , , , ,

2 Comments

  1. Abu Hanif Reply

    Alhamdulillah, jazakallah atas artikel di atas. Memang dlm hidup sehari-hari, kadang kita harus mengelus dada bila suatu saat melihat pasangan kita berbuat satu atau dua kesalahan yg tidak kita sukai.

    Namun, insya Allah dg sholat 2 rokaat dan merenung kembali apa sebenarnya hakikat pernikahan itu… semua bisa dilewati dg hati yang lapang

    Sukron
    Abu Hanif

Leave a Reply to Abu Hanif Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current ye@r *

Back to top