Menjadi Diri Pemaaf

Dalam kehidupan rumah tangga, acapkali silang pendapat muncul, hingga pada akhirnya muncul pertengkaran dan saling menyalahkan. Dalam situasi semacam ini, pasutri dituntut berlapang dada untuk bisa memberi dan meminta maaf. Dengan maaf ini, pertengkaran itu insya Allah akan mereda dan tidak akan berbuntut pada perselisihan yang lebih besar.

Menjadi diri pemaaf merupakan sesuatu  yang terpuji. Allah berfirman,

“Jadilah engkau pemaaf dan serulah kepada kebajikan dan berpalinglah dari orang-orang jahil.” (Al A’raf: 199).

Untuk itu, sangat disayangkan jika seseorang lebih menjujung tinggi harga dirinya dan merasa malu untuk sekadar berucap maaf. Sebab, berapa banyak perselisihan dan perbedaan pendapat bisa diselesaikan dengan sebuah kata maaf. Apalagi buat pasutri, sudah sepantasnya “maaf” menjadi pilihan tatkala sebuah perselisihan terjadi. Bersegeralah memberi maupun meminta maaf.  Alhasil, jika ini bisa dilakukan, ketenteraman rumah tangga bisa terjaga.

Perlu diingat, segala macam bentuk kebaikan yang terkait dengan hak orang lain, maka keluarga yang paling berhak untuk mendapatkannya. Sebaliknya segala macam bentuk keburukan dan terkait dengan hak orang lain, maka keluargalah yang paling berhak untuk dijauhkan

dengan demikian, jika kita bisa bermanis muka kepada orang lain dan berlapang dada meminta maaf jika berbuat kesalahan, maka keluarga lebih berhak untuk  diberi muka manis dan dimintai/diberi maaf. Demikian pula, ini berlaku untuk perintah-perintah berbuat baik lainnya.

Pembaca Sakinah sekalian, tak terasa hari silih berganti menjadi pekan, hingga kurang lebih sebulan lagi bulan Ramadhan tiba. Sudahkan Anda bersiap menyambutnya? Ramadhan merupakan bulan yang ditunggu-tunggu bagi seluruh kaum muslim, sebab begitu banyak keutamaan dan pintu pahala terbuka di dalamnya. Insya Allah, edisi Ramadhan mendatang, Sakinah akan memberikan sajian istimewa agar Ramadhan anda menjadi lebih berharga.

Beranda, Majalah Nikah Sakinah edisi Juli 2010

Tagged under: , , ,

1 Comment

  1. Robby yusuf pratama Reply

    kayanya ada salah pengetikan di paragraf pertama yang bunyinya: “Dengan maaf ini, pertengkaran itu insya Allah akan mereda dan berbuntut pada perselisihan yang lebih besar.”

    Jazakumulloh khoiro atas koreksinya

Leave a Reply to Robby yusuf pratama Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current ye@r *

Back to top