Kakak Ipar Temperamental

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Bismillah, ustadz, saya mempunyai kakak ipar yang tempramental, suka berkata kasar dan tak jarang memukul anak-anaknya, keponakan saya itu sering mengadu pada saya sambil menangis. Saya tak tahan melihatnya karena dari bayi sampai usia 5 tahun saya dan ibu saya merawatnya tapi juga tak bisa berbuat apa-apa. Dia memukul anaknya sudah keterlaluan kadang hingga lebam, bagaimana ya ustadz menasihati kakak ipar saya itu agar meninggalkan kebiasaan buruknya? Saya takut akan berakibat pada psikis anak-anaknya, karena usia mereka baru 7 dan 8 tahun. Afwan, jazakallahu khair.
08127xxxxxx

Jawaban:
Wa ‘alaikumussalam warahmatullaahi wabarakaatuh
Seringkali saya menegaskan, dalam petunjuk Islam soal “memukul anak” sangatlah detail. Kalau kita mempelajari sisi-sisi halus dari ajaran Islam, kita akan mendapatkan berbagai hal ajaib yang menunjukkan keunikan dari ajaran Islam yang bernilai solusi untuk mengatasi berbagai masalah.

Melalui hadits Nabi –shollallohu ‘alaihi wa sallam– tentang keharusan mendidik anak untuk shalat, kita bisa mengambil pelajaran tegas tentang persoalan ini. Nabi –shollallohu ‘alaihi wa sallam– bersabda,
مُرُوا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ
“Perintahkanlah anakmu shalat pada usia tujuh tahun. Dan pukullah mereka karena meninggalkannya pada usia sepuluh tahun dan pisahkanlah tempat tidur mereka.” [Shahih Sunan Abu Dawud (466)]

Dalam banyak kesempatan, saya sering menegaskan bahwa hadits ini secara tegas menunjukkan setidaknya dua hal:

Pertama, bahwa syariat shalat itu amatlah hebat, sehingga anak-anak pun harus diperintahkan orang tua mengerjakannya semenjak kecil.

Kedua, bahwa diperbolehkan memukul anak yang tidak mau shalat, saat sudah berusia sepuluh tahun. Dengan pemahaman yang disebut mafhuum mukhalafah, itu menunjukkan bahwa sebelum mencapai usia itu, anak belum boleh dipukul bila meninggalkan shalat sekalipun.

Sekarang persoalannya, kalau meninggalkan shalat yang merupakan tiang agama ini saja tidak diperbolehkan saat anak belum berusia sepuluh tahun, bagaimana pula bila yang dilanggar adalah hal-hal yang lebih rendah posisi hukumnya dibandingkan shalat?

Maka, hukum asal memukul anak adalah haram, kecuali ada sebab atau faktor orang tua terpaksa betul melakukannya. Pukulan di sini tentu pukulan yang tidak membahayakan, adapun yang membahayakan, sama sekali tidak diperbolehkan. Diantara cara memukul anak yang dikenal dalam kebiasaan kita adalah menepuk pinggul atau –maaf- pantat.

Baca kelanjutannya di majalah Nikah Sakinah,Edisi Agustus 2010

Tagged under: , ,

1 Comment

Leave a Reply to tikamarsheila Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current ye@r *

Back to top