Model Pengasuhan Ayah

Abu dan Ummu, sama halnya seperti anak, orangtua juga memiliki jenis kelamin dan temperamen yang berbeda, sehingga turut memberikan cara-cara yang berbeda dalam pengasuhan. Untuk itu, mari kita lebih jauh mengenal tipe – tipe pengasuhan seorang ayah, karena akan berpengaruh pada pola pengasuhan anak.

Abu dan Ummu, orangtua membawa serta pengalaman masa lalunya terdahulu saat diasuh orangtuanya semasa ia kecil, dan sejumlah nilai budaya yang membentuk apa yang mereka lakukan saat ini. Selain itu, orangtua juga memiliki pola-pola kehidupan sosial, seperti hubungan bersama pasangan, keluarga besar, dan dunia kerja. Pola kehidupan sosial itulah yang secara otomatis dibawa dalam pengasuhan anak.

Secara umum, ayah dan ibu memiliki peran yang sama dalam pengasuhan anak-anaknya. Namun, ada sedikit perbedaan sentuhan dari apa yang ditampilkan ayah dan ibu. Anak-anak biasanya memang dekat dengan sosok ibu, karena waktu yang dimiliki seorang ibu lebih banyak daripada seorang ayah, tapi hal itu tidak berarti ayah tidak berperan penting dalam perkembangan anak.

Ada pendapat yang menyatakan, melalui kehidupan dalam keluarga, seorang ayah bukan saja memengaruhi individualitas anaknya, tetapi juga memengaruhi kemampuannya bergaul dan bersikap dalam masyarakat.

Dari pendapat itu, secara garis besar dikategorikan tipe pengasuhan ayah yang dapat memberi dampak utama pada anak-anaknya:

1. Tipe ayah bom waktu
Tipe ayah seperti ini adalah ayah yang cenderung mempunyai sifat temperamental, bersikap perfeksionis yang selalu menginginkan kesempurnaan anak-anaknya. Jadi jangan heran, jika sang anak melakukan kesalahan, maka si ayah tak segan untuk memarahi atau bahkan menghukumnya. Biasanya, segala sesuatu yang menyangkut si anak selalu dikaitkan dengan prestasi, karena hal ini pula obrolan si ayah dan si anak tak jauh-jauh dari urusan prestasi di sekolah.
Dampak bagi si anak, ketika dewasa si anak cenderung merasa kurang nyaman dan tak mudah percaya pada orang lain, terutama dalam pergaulan dan di tempat kerja.

2. Tipe ayah acuh tak acuh
Namanya saja acuh tak acuh, ayah seperti ini cenderung cuek dengan kebutuhan anak-anaknya. Ayah tipe ini kebanyakan bersikap acuh tak acuh terhadap segala hal permasalahan anak-anak mereka, terutama pada kebutuhan psikis. Ayah tipe ini merasa tanggung jawab utamanya adalah menjalankan peran sebagai tulang punggung alias pencari nafkah. Oleh sebab itu, sang ayah cuek dan enggan memantau perkembangan fisik, mental, dan emosi anak-anaknya, karena menganggap sang ibunya lah yang bertanggung jawab dan memegang peranan penting dalam tugas ini.
Dampaknya adalah ayah tipe ini akan memengaruhi perkembangan anak, dalam arti sang ayah kurang mengenalkan anaknya pada kesulitan dan tantangan yang mungkin banyak ditemui di luar rumah.

3. Tipe ayah pembimbing
Ini merupakan tipe ayah ideal. Ayah yang selalu bersikap penuh kehangatan dalam mendidik anaknya. Ia memiliki metode pendekatan dengan cara membimbing anak-anaknya agar mau belajar dan meningkatkan kualitas. Ayah pembimbing selalu perhatian kepada anaknya. Ayah tipe ini juga senang meningkatkan pergaulannya agar bisa lebih terlibat dalam kegiatan anak-anaknya. Ayah tipe ini juga selalu “melek” teknologi supaya dapat mengikuti zaman, yang pada akhirnya dapat mendekatkan dirinya dengan anak-anak.

Demikianlah Abu dan Ummu, ternyata pengasuhan seorang ayah juga berperan penting dalam membentuk pribadi anak-anaknya. Semoga para abu menjadi sadar dan tak enggan untuk memperbaiki pola asuhnya, demi kebaikan anak-anaknya. (***)

Kiat Asuh, dari Lembar Ya Bunayya, Majalah Keluarga Islam, Nikah Sakinah, Vol.9 No.9, Desember 2010

Tagged under: , ,

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current ye@r *

Back to top