4 responses to “Iparku Tak Menghargai Orangtuaku”

  1. kurnia

    Asssalamu’Alaikum
    Ustadz, saya mau tanya apakah saya boleh memberikan sedikit nafkah kpd Ibu saya setelah saya memenuhi kewajiban saya sbg suami kpd istri (memberi nafkah) ? Istri saya saat ini bekerja dan saya tidak pernah menuntut gaji dia krn saya tahu klo itu bukan hak saya. Mana yg harus saya dahulukan isti atau ibu saya dan bagaimana jika istri tidak setuju saya memberikan sedikit nafkah kpd ibu saya sbg bakti anak thd orangtua ? Sebagai informasi bg ustadz bahwa saya (5 bersaudara) sejak umur 6 th dibesarkan dan di sekolahkan ibu saya krn bapak saya meninggal dan ibu tidak pernah meminta uang kpd saya. Bagaimana pula posisi mertua dalam hal ini dibandingkan ibu saya ?

    Mohon pencerahan dari bapak ustadz

    Wassalam

  2. wan's

    Memang kebanyakan para istri selalu bersikap seperti itu ( tidak baik ) kepada mertuannya ( orang tua suaminya ). Aneh…..

  3. nurdiani

    assalamu’alaikum ustadz. saya saat ini sudah menikah selama 3 tahun dan baru dikaruniai seorang anak. Problem rumah tangga yang saya hadapi adalah mertua yang selalu meyakiti hati dengan ucapan-ucapan nya dan suka menghakimi.contoh saja, saya pernah dituduh mengambil barang nya, pernah dituduh mengusir mertua, bahkan ketika anak saya lahir selalu menyindir saya dengan menanyakan anak saya tersebut mirip siapa (padahal yang menciptakan manusia itu kan Allah) dan masih banyak yang lainnya. Padahal na’udzubillah saya tidak pernah melakukan itu semua, bahkan untuk meyakinkan suami saya sampai harus mengatakan bahwa saya berani bersumpah di bawah Al-quran bahwa saya tidak pernah berbuat seperti itu.
    Dengan kejadian tersebut, membuat saya enggan untuk bisa akrab dengan mertua karena setiap bertemu atau mengobrol tema apapun, ada aja ucapan nya yang bikin saya sakit hati.Bahkan karena sering mengalami kejadian yang tidak mengenakkan tersebut, maka saya cenderung kesal terhadap mertua.
    Pertanyaan saya, apakah dengan suka kesal maka itu termasuk dosa terhadap orang tua (dalam hal ini mertua) ? dan bagaimana sikap saya seharusnya terhadap mertua yang memiliki sifat seperti itu ?

    wasalam,

Leave a Reply