Nikah Sakinah Vol. 10 No. 7

Dunia Yang Menipu

Allah ta’ala berfirman, “Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikit pun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (setan) memperdayakan kamu dalam (menaati) Allah.” (Luqman: 33)

Beberapa hikmah yang terkandung dalam ayat ini adalah penghalang terbesar seorang hamba dalam meraih ridha Allah kampung akhirat adalah kehidupan dunia dan godaan setan. Sehingga, janganlah sekali-kali kita tertipu oleh kehidupan dunia yang palsu, semu, dan sebentar ini. Setan yang merupakan musuh besar kita akan selalu mencari kesempatan dan kelengahan kita untuk disesatkan dengan janji-janji palsu dan khayalan-khayalan belaka.

Pembaca Sakinah, dunia ini fana dibandingkan kekalnya alam akhirat kelak. Untuk itu, mari kita renungkan, berapa lama jatah waktu hidup kita di dunia? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, “Umur-umur umatku antara 60 hingga 70, dan sedikit dari mereka yang melebihi itu.” (Dihasankan sanadnya oleh Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul Bari, 11/240)

Adapun jatah hidup kita di akhirat? Dalam Al Quran banyak disebutkan, di akhirat manusia akan hidup kekal selamanya! Bahkan dalam suatu hadits kita jumpai keterangan mengenai hal ini dengan ungkapan yang lebih menakutkan. Kematian akan didatangkan dalam bentuk seekor domba, kemudian domba itu akan disembelih sehingga tidak ada lagi yang namanya mati!

Pembaca sekalian, bila Allah ta’ala takdirkan kita hidup di akhirat dalam kesenangan abadi di dalam surga tentulah ini suatu kenikmatan yang tiada tara. Sebaliknya, barangsiapa yang ditakdirkan Allah ta’ala hidup di akhirat di dalam penderitaan abadi siksaan neraka tentulah ini suatu kerugian yang sungguh nyata dan mengerikan! Na’udzubillahi min dzaalik!

Untuk itu, hendaknya kita tidak tertipu indahnya dunia yang semu. Janganlah kita pertaruhkan kehidupan abadi di akhirat demi meraih kesenangan dunia yang fana. Sungguh, hanya orang-orang cerdaslah yang banyak mengingat mati dan menyiapkan bekal untuk mati. Rasulullah pernbah ditanya, “Mukmin manakah yang paling cerdas?” Beliau menjawab, “Orang yang paling banyak mengingat mati dan paling baik persiapannya untuk kehidupan setelah mati. Mereka itulah orang-orang yang cerdas.” (Riwayat Ibnu Majah no. 4259, dihasankan Syekh al-Albani rahimahullah dalam ash-Shahihah no. 1384)

Beranda Majalah Nikah Sakinah Vol. 10 No. 6

Daftar Isi:

 

 

Tagged under: , , ,

1 Comment

Leave a Reply to Fauji Herbal Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current ye@r *

Back to top