Nikah Sakinah Vol. 10 No. 8

Mengapa muslimah enggan berjilbab?

Perintah berjilbab bagi kaum muslimah sebenarnya bukan sesuatu yang asing lagi. Tinggal mereka bersedia menerima dan menjalankan atau tidak. Memang, jika diperhatikan umat islam yang merupakan mayoritas penduduk negeri ini, namun tidak sedikit yang belum tergugah hatinya untuk menjalankan syariat tersebut.

Ada banyak penyebab mereka enggan atau bahkan dengan sengaja menolaknya. Di antaranya yang paling sering dikemukakan adalah merasa belum siap, dengan tidak menyebutkan kapan siapnya. Padahal, dengan memerhatikan perkataan Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berikut seharusnya bisa dijadikan renungan,

إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ ، وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ ، وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ

“Jika engkau berada di waktu sore, maka janganlah menunggu pagi. Jika engkau berada di waktu pagi, janganlah menunggu waktu sore. Manfaatkanlah masa sehatmu sebelum datang sakitmu dan manfaatkanlah hidupmu sebelum datang matimu.” (Riwayat Bukhari no. 6416).

Ini merupakan dorongan khususnya bagi muslimah untuk menjadikan kematian seperti berada di hadapannya, sehingga bayangan tersebut menjadikan mereka bersiap-siap dengan amalan shalih. Salah satunya dengan mengerjakan perintah berjilbab.

Adalagi yang beralasan karena merasa hatinya belum bersih, sehingga mereka berdalih menjilbabi hati dahulu baru menjilbabi badan. Ini merupakan anggapan yang tidak benar. Sebab, hati dan badan keduanya harus diperbaiki. Jilbab tidak mensyaratkan pemakainya harus berhati sempurna. Justru dengan berjilbab, diharapkan pemakainya akan lebih mudah menjilbabi hatinya. Masih banyak beberapa argumen para muslimah yang enggan berjilbab, pembaca sekalian bisa membacanya dalam “Suplemen” edisi kali ini.

Harapan kami, pembahasan kali ini bisa menggugah para muslimah yang belum terketuk hatinya menerima syariat jilbab. Juga, menginspirasi mereka yang sudah berjilbab agar istiqamah dan memperbaiki jilbabnya. Selamat membaca! (***)

Sumber: Beranda, Majalah Nikah Sakinah Vol. 10 No. 8

Daftar Isi Majalah Sakinah Vol. 10 No. 8

Tagged under: , , , , , ,

1 Comment

Leave a Reply to Travel Haji Plus dan Umroh Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current ye@r *

Back to top