Nikah Sakinah Vol. 11 No. 1

Seberapa Dalam Ikhlas Kita?

Pembaca Sakinah yang dimuliakan Allah, sesungguhnya prinsip terpenting dalam agama kita adalah terwujudnya keikhlasan kepada Allah ta’ala dalam setiap ibadah, dan menghindari segala hal yang membatalkannya, baik riya’, sum’ah, ‘ujub, dan lain sebagainya. Ikhlas adalah salah satu syarat diterimanya suatu amalan, di samping amalan tersebut harus sesuai tuntunan Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam–. Tanpa ikhlas, amalan jadi sia-sia belaka.

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata. ”Sesungguhnya niat itu laksana ruh, sedangkan amalan itu laksana badan, dimana kalau ruh itu meninggalkannya maka akan mati.”

Selanjutnya, beliau rahumahullah memberikan nasihat yang sangat indah tentang ikhlas, “Amalan yang dilakukan tanpa disertai ikhlas dan tanpa mengikuti tuntunan Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam– bagaikan seorang musafir yang membawa bekal berisi pasir. Bekal tersebut hanya memberatkan, namun tidak membawa manfaat apa-apa.”

Untuk itu, kami juga mengupas tentang ikhlas ini terkait dengan niat dalam pembahasan kali ini (bisa disimak dalam rubrik “Fikih Keluarga”). Benar, ikhlas merupakan amalan hati yang seharusnya seorang muslim melatih dan mengasahnya.

Selain itu, ikhlas mempunyai tanda- tanda. Setidaknya ada 3 tanda ikhlasnya seseorang dalam beramal. Yang pertama adalah berusaha menyembunyikan amalan shalih,  yang kedua khawatir pada popularitas (ketenaran), dan yang terakhir merasa diri penuh kekurangan dalam beramal

Nah, setelah mengetahui tanda-tanda tersebut, kita semua bisa melihat pada diri kita sendiri, seberapa dalam ikhlas kita dalam beramal shalih, sehingga kita akan selalu berusaha memperbaiki dan meningkatkan keikhlasan kita.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Diterimanya suatu amalan berkaitan dengan melakukan sesuatu sesuai dengan yang diperintahkan. Setiap orang yang bertakwa pada Allah ketika ia beramal, maka ia akan melakukan sebagaimana yang diperintahkan. Akan tetapi ia tidak bisa memastikan sendiri bahwa amalan yang ia lakukan diterima di sisi Allah karena ia tidak bisa memastikan bahwa amalan yang ia lakukan sudah sempurna.”

Inilah yang membuat para salaf begitu khawatir dengan tidak diterimanya amalan mereka karena mereka sendiri tidak bisa memastikan sempurnanya amalan mereka.

Semoga sajian kali ini membawa manfaat bagi kita semua, tak lupa kritik dan saran selalu kami nantikan.

(*** Beranda Majalah Nikah Sakinah Vol. 11 No. 1 ***)

DAFTAR ISI MAJALAH NIKAH SAKINAH VOL. 11 NO. 1

Tagged under: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current ye@r *

Back to top