Majalah Sakinah Vol. 13 No. 2

Petaka Doa Tak Terkabul

Salah satu yang harus menjadi keyakinan setiap muslim adalah Allah senantiasa berkenan mengabulkan doa. Allah sendiri telah berfirman,

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

“Dan Tuhanmu berfirman,’Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (al-Mukmin:60)

cover-1405-1302-350pxJika doa tidak terkabul, pasti ada hal-hal khusus yang membentengi antara hamba dengan terkabulnya doa tersebut. Dan diantara yang menjadi penyebab tidak terkabulnya doa adalah makanan haram yang masuk ke dalam tubuh si pemanjat doa. Sebagaimana dikisahkan dalam sebuah hadits tentang seorang musafir yang telah memenuhi syarat-syarat dikabulkanyya doa (mustajab doanya), namun karena makanan haram yang masuk dalam perutnya, doanya tidak didengar oleh Allah.

Sa’ad bin Abi Waqqash pernah ditanya, “Apa yang membuat doamu mudah dikabulkan dibanding para sahabat Rasulullah – shallallahu ‘alaihi wa sallam – lainnya?” Beliau pun menjawab, “Saya tidaklah memasukkan satu suapan ke dalam mulutku melainkan saya mengetahui dari manakah datangnya dan dari mana akan keluar.”

Pembaca sekalian, betapa besar petaka yang menimpa seorang hamba ketika doa-doanya sudah tidak didengar Allah. Padahal, doa merupakan senjata seorang muslim dan punya banyak manfaat dan kebaikan.

Oleh karena itu, pada edisi ini Sakinah mengangkat tema ‘nafkah haram, doa tak mempan”. Semoga dengan pembahasan ini, kita semakin berhati-hati agar makanan yang kita masukkan dalam perut kita dan keluarga kita terjaga kehalalannya. Sehingga doa-doa yang kita panjatkan, tidak terhalalng gara-gara nafkah haram.

Pembaca sekalian, perlu diingat bahwa gemar melakukan ketaatan secara umum sebenarnya adalah jalan mudah terkabulnya doa. Sehingga tidak terbatas pada mengonsumsi makanan yang halal, namun segala ketaatan akan memudahkan terkabulnya doa. Sebaliknya kemaksiatan menjadi sebab penghalang terkabulnya doa.

Ibnu Rajab Al Hambali – rahimahullah – berkata, “Melakukan ketaatan memudahkan terkabulnya doa. Oleh karenanya pada kisah tiga orang yang masuk dan tertutup dalam suatu gua, batu besar yang menutupi mereka menjadi terbuka karena sebab amalan yang mereka sebut. Di mana mereka melakukan amalan tersebut ikhlas karena Allah Ta’ala. Mereka berdoa pada Allah dengan menyebut amalan shalih tersebut sehingga doa mereka pun terkabul.”

Akhirnya, selamat membaca! Semoga sajian kali ini bermanfaat bagi kita semua. (***)

Sumber: Beranda Majalah Sakinah, Vol. 13 No. 2

daftarisi-1404-1302

 

Tagged under: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current ye@r *

Back to top