Zodiak Itu Bohong Belaka

Abu dan Ummu, tentu kita tidak asing lagi dengan adanya zodiak/ramalan bintang di berbagai media cetak maupun elektronik. Ramalan ini begitu digemari terutama oleh para remaja. Untuk itu, kita harus bisa mencegah agar anak-anak kita tidak terjatuh dalam dosa besar ini.

Sumber zodiak

Abu dan Ummu, sampaikan pada anak-anak Anda bahwa sebenarnya dasar dari penetapan ramalan itu bersumber dari dukun. Adapun dukun, mereka memperoleh sumber berita dari dari setan/jin yang mencuri berita dari langit.

zodiacRasulullah – shallallahu ‘alaihi wa sallam – bersabda, “Apabila Allah memutuskan suatu perkara di langit, para Malaikat mengepakkan sayapnya karena tunduk atas firman-Nya seolah (suaranya) seperti rantai di atas batu. Dan tatkala dihilangkan rasa takut dari hati mereka, maka mereka berkata, “Apa yang telah difirmankan Rabb kalian?” Mereka berkata kepada yang bertanya, “Kebenaran dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Besar”. Maka para pencuri pendengaran mendengarnya. Demikianlah sebagian mereka di atas sebagian yang lain – Sufyan bin ‘Uyainah memperagakan dengan tangannya dan merenggangkan jemarinya-. “Pencuri itu mendengar perkataan (Malaikat) lalu dibisikkan kepada yang ada di bawahnya. Kemudian yang lainnya menyambung membisikkan kepada yang ada di bawahnya, hingga (yang terakhir) menyampaikannya melalui lisan penyihir atau dukun. Dan bisa jadi bintang menyambar setan itu sebelum ia menyampaikannya, dan bisa jadi ia telah menyampaikannya sebelum tersambar bintang, akan tetapi berita itu dicampur dengan seratus kedustaan, kemudian dikatakan ”Bukankah dia telah berkata kepada kita pada hari ini dan ini demikian dan demikian. Maka ia dibenarkan karena perkataan yang didengar dari langit.” (Riwayat Bukhari : 4426).

Inilah sumber berita dari ramalan bintang. Adapun sumber-sumber zodiak yang sekarang ini banyak beredar di berbagai media, ternyata lebih tidak dipercaya lagi. Hanya mencampur atau memodifikasi dari kebohongan-kebohongan yang telah ada.

Menurut penuturan seorang yang telah lama berkecimpung di portal berita, ternyata salah seorang temannya yang diberi tugas mengurus rubrik zodiak, punya cara tersendiri dalam mencari sumber “ramalan”. Yang dia lakukan hanya browsing di internet, mencari tulisan-tulisan mengenai ramalan bintang di sejumlah website luar negeri, lalu dia terjemahkan, atau tulis ulang, lalu dicampur-campur dengan ide dia sendiri.” (http://edukasi.kompasiana.com/2011/01/16/fakta-rahasia-zodiak-333606.html)

Intinya, semua ramalan bintang tersebut ditulis secara asal-asalan. Tujuannya adalah tujuan bisnis semata. Agar pembaca senang, agar majalah mereka semakin laku.

Bahaya percaya zodiak

Abu dan Ummu, jelaskan pada anak-anak Anda tentang bahaya membaca zodiak. Sampaikan pada mereka bahwa ada dua rincian hukum terkait dengan zodiak ini.

Pertama, apabila cuma membaca zodiak atau ramalan bintang, walaupun tidak mempercayai ramalan tersebut atau tidak membenarkannya, maka itu tetap haram. Akibat perbuatan ini, shalatnya tidak diterima selama 40 hari (tidak mendapatkan pahala shalat selama itu).

Nabi – shallallahu ‘alaihi wa sallam – bersabda,

“Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal, maka shalatnya selama 40 hari tidak diterima.” (Riwayat Muslim no. 2230).

Kedua, apabila sampai membenarkan atau meyakini ramalan tersebut, maka dianggap telah mengufuri Al Quran yang menyatakan hanya di sisi Allah pengetahuan ilmu ghaib.

Nabi – shallallahu ‘alaihi wa sallam - bersabda,

“Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu ia membenarkannya, maka ia berarti telah kufur pada Al Quran yang telah diturunkan pada Muhammad.” (Riwayat Ahmad no. 9532)

Bersandarlah pada Allah saja!

Abu dan Ummu, beritahukan pada anak-anak Anda bahwa membaca ramalan bintang, selain dosa juga tidak berguna. Sebab,nasib seseorang itu sudah di tentukan oleh Allah jauh sebelum alam ini di ciptakan. Rasulullah – shallallahu ‘alaihi wa sallam – bersabda,

“Allah telah menuliskan takdir seluruh makhluk, 50 ribu tahun sebelum menciptakan langit dan bumi.” (Riwayat Muslim)

Selanjutnya, sampaikan pada mereka untuk menjadikan satu-satunya sandaran dalam segala urusan adalah Allah Ta’ala semata,

“Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya.” (ath-Thalaq: 3).

Al-Qurtubi mengatakan, ”Barangsiapa menyerahkan urusannya sepenuhnya kepada Allah, maka Allah akan mencukupi kebutuhannya.” (al-Jami’ Liahkamil Qur’an, 18: 161).

Jika Allah jadi satu-satunya sandaran, maka rezeki, jodoh, dan segala urusan akan dimudahkan oleh Allah Ta’ala. (***)

 

 

 

 

Tagged under: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current ye@r *

Back to top