Majalah Sakinah Vol. 13 No. 9

Tidak Baik Ingkar Janji

Pembaca sekalian, alhamdulillah kita masih bisa berjumpa lagi dalam kesempatan ini. Beberapa waktu lalu, kita telah berada di tahun baru Hijriyah. Semoga di waktu-waktu mendatang kita menjadi pribadi yang lebih baik. Sayangnya, banyak di antara kita lebih mengenal tahun Masehi, sehingga setiap pergantian tahun ini, masyarakat begitu antusias menyambutnya. Padahal ini merupakan salah satu bentuk tasyabuh yang dilarang dalam agama kita.

COVER SAKINAH Desember 2014 - 350pxPembaca sekalian, Al Quran begitu memerhatikan permasalahan janji dan memberi dorongan serta memerintahkan untuk menepatinya. Allah berfirman, “Dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu pasti dimintai pertanggungjawabannya.” (al-Isra`: 34)

Allah memerintahkan hamba-hamba-Nya yang beriman untuk senantiasa menjaga, memelihara, dan melaksanakan janjinya. Baik janji dengan sesama muslim maupun dengan non muslim. Begitu pula Rasulullah n, beliau n bersabda, “Dan kaum muslimin (harus menjaga) atas persyaratan/perjanjian mereka, kecuali persyaratan yang mengharamkan yang dihalalkan atau menghalalkan yang haram.” (Shahih Sunan at-Tirmidzi no. 1352, lihat Irwa`ul Ghalil no. 1303)

Oleh karena itu, pada kesempatan ini Sakinah mengupas permasalahan ingkar janji. Sebagaimana diketahui, menepati janji adalah bagian dari iman. Sehingga, barangsiapa yang mengingkarinya maka tidak ada agama baginya. Maka seperti itu pula ingkar janji, termasuk tanda kemunafikan dan bukti atas adanya makar yang jelek serta rusaknya hati. Semoga pembaca sekalian bisa mengambil manfaat dari pembahasan ini dan mengetahui terapi untuk ingkar janji.

Dan bagi mereka yang berusaha menjaga dan menepati janjinya, surga telah menantinya. Nabi n bersabda, “Jagalah enam perkara dari kalian niscaya aku jamin bagi kalian surga; jujurlah bila berbicara, tepatilah jika berjanji, tunaikanlah apabila kalian diberi amanah, jagalah kemaluan, tundukkanlah pandangan dan tahanlah tangan-tangan kalian (dari sesuatu yang dilarang).” (Riwayat Ahmad, Ibnu Hibban, al-Hakim dan al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, lihat ash-Shahihah no. 1470)

Akhirnya, selamat membaca! (***)

Sumber: Beranda Majalah Sakinah Vol. 13 No. 9

daftarisi sakinah des 2014 - 650px

Tagged under: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current ye@r *

Back to top