Majalah Sakinah Vol. 14 No. 4

Indahnya Idul Fitri

“Taqabbalallahu minna wa minkum” (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian). Inilah ucapan selamat hari raya yang punya dasar dari berbagai riwayat dari beberapa sahabat radhiyallahu ‘anhum. Oleh karena itu kami segenap kru majalah Sakinah tak lupa untuk mengucapkannya di permulaan bulan Syawal ini. Semoga Allah menerima ibadah-ibadah kita di bulan Ramadhan yang telah lalu.

COVERSAKINAHJULI_2015-350pxPembaca seklaian, kata “Ied” menurut bahasa Arab menunjukkan sesuatu yang kembali berulang-ulang, baik dari sisi waktu atau tempatnya. Kata ini berasal dari kata “al-‘Aud” yang berarti kembali dan berulang. Dinamakan “al-‘Ied” karena pada hari tersebut Allah memiliki berbagai macam kebaikan yang diberikan kembali untuk hamba-hamba-Nya, yaitu bolehnya makan dan minum setelah sebulan dilarang darinya, zakat Fitri, penyempurnaan haji dengan thawaf, dan penyembelihan daging kurban, dan lain sebagainya. Dan terdapat kebahagiaan, kegembiraan, dan semangat baru dengan berulangnya berbagai kebaikan ini. (Ahkamul ‘Iedain, Syekh Ali bin Hasan).

Oleh karena itu, di hari yang indah ini tentu akan lebih indah bila dirayakan sesuai dengan sunah. Benar, agama kita yang sempurna ini telah engatur bagaimana meryakan hari raya kita ini. Untuk itu, “Mari jadikan Idul Fitri Ini Lebih Indah!”

Pembaca, meski hari idul fitri adalah hari yang penuh kegembiraan dan kesenangan, jangan lupa pula bahwa para pendahulu kita yang shalih setelah terdahulu begitu semangat untuk menyempurnakan amalan mereka (di bukan Ramadhan), kemudian mereka berharap-harap agar amalan tersebut diterima oleh Allah dan khawatir jika tertolak. Merekalah yang disebutkan dalam firman Allah, “Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut.” (al Mu’minun: 60)

Abdul Aziz bin Abi Rawwad berkata, “Saya menemukan para salaf begitu semangat untuk melakukan amalan shalih. Apabila telah melakukannya, mereka merasa khawatir apakah amalan mereka diterima ataukah tidak.” Sebagian ulama sampai-sampai mengatakan, “Para salaf biasa memohon kepada Allah selama enam bulan agar dapat berjumpa dengan bulan Ramadhan. Kemudian enam bulan sisanya, mereka memohon kepada Allah agar amalan mereka diterima.”

Akhirnya, selamat membaca!

Sumber: Beranda Majalah Sakinah Vol. 14 No. 4

daftarisi-juli-2015-700px

Tagged under: ,

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current ye@r *

Back to top