Majalah Sakinah Vol. 16 No. 3

Anak Shalih vs Anak Durhaka

Tak ada yang mengingkari bahwa anak merupakan buah hati orang tua. Orang tua akan bahagia tatkala memiliki seorang anak yang shalih yang berbakti kepada mereka. Sebaliknya, jika ternyata sang anak adalah anak yang durhaka maka sungguh penderitaan dan kesedihan yang akan dirasakan orang tua.

COVER JUNI 2017-600pxRasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Jika telah meninggal seorang manusia maka terputuslah amalannya darinya kecuali dari tiga perkara, dari sedekah jariyah atau ilmu yang bermanfaat atau anak yang shalih yang mendoakannya.” (Riwayat Muslim no 1631)

Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- tidak hanya menyebutkan anak, akan tetapi anak yang shalih, karena sebagaimana perkataan Syekh Ibnu al-’Utsaimin -rahihmahullah- “Karena anak yang tidak shalih tidak mendoakan kedua orangtuanya dan tidak berbakti kepada mereka. Akan tetapi anak yang shalih dialah yang mendoakan kedua orang tuanya setelah wafatnya mereka. Karenanya semakin ditekankan agar kita sungguh-sungguh semangat untuk meraih keshalihan anak-anak kita, karena pada keshalihan mereka ada kebaikan bagi mereka dan juga bagi kita karena mereka mendoakan kita setelah wafatnya kita.” (Syarh riyaadus shalihin)

Akan tetapi tidaklah harapan setiap orang tua terkabul, ternyata terkadang meskipun orang tua telah berusaha semaksimal mungkin agar sang anak menjadi anak yang shalih dan berbakti akan tetapi Allah menakdirkan sang anak tetap menjadi anak yang durhaka. Tentu di balik semua ini ada hikmah.

Pembaca sekalian, pada edisi ini Sakinah mengangkat tema “anak durhaka salah siapa?” Semoga pembahasan ini bermanfaat bagi kita semua. Akhirnya, selamat membaca! Selamat menunaikan ibadah puasa.

Sumber: Beranda Majalah Sakinah Vol. 16 No. 3

daftarisi-juni2017-660px

Tagged under: , ,

Back to top