fikihkel

Mestikah Kecewa?

Pernahkah Anda kecewa atau dikecewakan? Atau, membuat kecewa lain orang? Sepertinya tidak mungkin bila jawabannya tidak. Kita semua bahkan mungkin pernah mengalaminya lebih dari sekali. Lantas bagaimana sikap kita saat mengalami kekecewaan?

Marah, dendam, atau benci? Cara-cara seperti itu sebenarnya bukan merupakan cara terpuji. Seorang muslim hendaknya bersabar terhadap kekecewaan yang menimpanya. Lebih baik kita lawan rasa kecewa tersebut dengan doa memohon perbaikan semua hal dan urusan.

“Allahumma rahmataka arjuu falaa takilnii ilaa nafsii thorfata’ainin wa ashlihlii sya’nii kullahu, laa ilaha illa anta.”

Ya Allah hanya rahmatMu aku berharap mendapatkannya. karena itu, jangan Engkau biarkan diriku sekejap mata (tanpa pertolongan atau rahmat dariMu). Perbaikilah seluruh urusanku, tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau.

Dengan begitu hati kita akan merasa lebih tenang dan tidak mudah dipanas-panasi setan.

Pembaca sekalian, jika ingin mengetahui lebih rinci tentang obat kecewa, inilah pilihan tepat Anda. Pada edisi ini Sakinah menyajikan tema tersebut. Semoga kita semua tidak begitu mudah kecewa atau berlarut-larut dalam kesedihan akibat kekecewaan.

Dan di bulan Syawal in, kami segenap kru majalah Sakinah mengucapkan taqabalallhu minna wa minkum. Semoga Allah menerima ibadah-ibadah kita.