Bunayya Februari

Abu dan Ummu, senang bisa berjumpa lagi dengan Anda. Semoga Anda sekalian tidak kurang suatu apa. Pada edisi ini, sedikit akan dipaparkan masalah konsentrasi pada anak.

Konsentrasi adalah kemampuan seseorang untuk memperhatikan atau fokus pada suatu hal. Kemampuan anak berkonsentrasi berbeda-beda sesuai usianya. Rentang perhatian anak dalam menerima informasi melalui aktivitas apapun juga berbeda.  Pada anak pra sekolah, rentang perhatian sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, sehingga tidak dapat dipastikan. Untuk itu, orang tua harus pandai-pandai dalam menyampaikan materi. Pada usia ini, materi yang disampaikan disesuaikan dengan perkembangan motoriknya.

Selain itu, materi juga disampaikan dengan cara yang menarik perhatiannya sehingga konsentrasi anak optimal, misalnya dengan permainan warna. Juga, libatkan anak pada setiap materi yang diberikan. Kemampuan berkonsentrasi juga tergantung pada faktor lingkungan, seperti pola pengasuhan yang benar, cara pembelajaran yang tepat, dan pemberian rangsangan (stimulus).

Stimulasi yang diberikan sebaiknya dilakukan secara interaktif, karena anak lebih mudah mengingat hal-hal yang pernah ia alami, atau kejadian yang unik. Orang tua harus mengusahakannya misalnya bercerita dengan menggunakan ekspresi. Selain itu, hargai cara belajar anak, misalnya dengan memperhatikan jadwal belajar sesuai kadar optimal rentang perhatiannya. Dikarenakan setiap anak punya waktu-waktu yang berbeda-beda. Perhatikan pula cara penyampaian materi apakah anak lebih menyukai auditori, kinetesis, atau visual.

Yang harus diperhatikan dalam mempertahankan daya ingat anak yang normal (dalam arti tidak mengalami gangguan perhatian),  dalam pemberian penghargaan dan pemberian semangat. Cara lain dengan melakukan pengulangan pemberian materi, namun dengan cara yang kreatif. Misalnya dengan menampilkan simbol-simbol, yang akan menimbulkan kesan pada anak.

Abu dan Ummu, tipikal untuk anak yang daya ingatnya di bawah standar biasanya terlihat dari awal,  lebih aktif dari anak-anak lain, punya rentang perhatian pendek, tidak pernah mendengarkan informasi secara lengkap, dan dalam mengerjakan tugas sering sekali tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Ada 2 hal yang menyebabkan itu terjadi, pertama berkaitan dengan gangguan saraf. Kedua, pola pengasuhan yang permissive yang bersifat menerima apa saja yang anak lakukan. Untuk itu, sebaiknya  orangtua jangan terlalu menekan anak, mengenali cara dan waktu belajar anak, dan sebisa mungkin menyediakan ruang belajar yang jauh dari gangguan TV, mainan atau kebisingan.

Abu dan Ummu, sebenarnya banyak cara yang dapat digunakan sebagai sarana untuk melatih konsentrasi dan memori anak. Dari yang murah meriah  hingga yang membutuhkan biaya lumayan besar. Tak pelu risau, Abu dan Ummu bisa memanfaatkan benda-benda di rumah. Berikut ini, di antara cara-cara tesebut,

1. Menjumput (menggunakan jempol dan telunjuk) butiran beras atau kacang merah sambil menghitung jumlahnya, selain melatih konsentrasi juga melatih motorik halus anak.

2. Memindahkan air dari mangkuk/baskom ke dalam botol dengan menggunakan tutup botol itu dilakukan dengan tangan kanan dan kiri secara bergantian.

3. Bermain puzzle juga diyakini dapat meningkatkan konsentrasi dan memori anak.Kotak susu bekas dapat dibuat menjadi puzzle sederhana.

Baiklah Abu dan Ummu, selamat mencoba dan membaca, mudah-mudahan membawa manfaat.

ADAB ISLAMI

ADAB SAAT TURUN HUJAN

Abu dan Ummu sekalian, Musim hujan datang menggantikan kemarau yang telah berlalu, tentunya hal ini adalah satu kenikmatan yang patut disyukuri oleh kita. Dengan diturunkannya hujan menunjukkan Allah l masih menurunkan rahmat-Nya kepada kita di saat dosa yang kita lakukan begitu banyak.
Disebutkan dalam sebuah hadits bahwa kemarau akan menimpa suatu kaum yang bermaksiat kepada Allah, sedangkan hujan yang diturunkan kepada mereka merupakan rahmat Allah l kepada hewan ternak.

Abu dan ummu, terkait dengan hujan, maka sudah selayaknya untuk mengajarkan  berbagai adab kepada putra-putri kita saat turun hujan, sebagaimana Rasul n telah menuntun kita ketika hujan turun. Di antara yang perlu diajarkan adalah,

  1. Biasakan anak untuk berdoa saat hujan mulai turun. Rasulullah n sering berdoa ketika hujan turun. Sebagaimana diriwayatkan oleh Aisyah, bahwa di antara doa yang sering beliau n ucapkan saat turun hujan adalah,


??????????? ???????? ????????

“Ya Allah, turunkanlah hujan yang baik dan bermanfaat” (Riwayat Bukhari).

Selengkapnya? Silahkan baca Sakinah Edisi Februaru 2010

IBADAH ANAK

ZAKAT (BAGIAN 2)

Ketiga, termasuk harta yang wajib dizakati juga adalah komoditi dagang. Yaitu, semua yang disiapkan untuk usaha dan niaga baik berupa harta diam berbentuk hewan, makanan, minuman, dan kendaraan serta jenis harta yang lain. Pemiliknya cukup mengalkulasi harta itu dengan kelipatan yang pas di akhir tahun (haul),  kemudian mengeluarkan 2,5 % dari nilainya. Sama saja apakah nilai tersebut sesuai dengan harga yang ia beli/lebih banyak/lebih sedikit. Wajib pula bagi para pemilik stand-stand perdagangan, seperti kios, dealer mobil dan onderdilnya, untuk menjumlah semua barang yang ada di dalam tokonya tersebut, dengan kalkulasi yang rinci dan lengkap, mulai dari yang kecil hingga yang besar. Selanjutnya,  dikeluarkan zakatnya. Kalu itu dirasa sulit, sebagai sikap hati-hati, ia harus mengeluarkan senilai yang sekiranya membebaskan tanggungannya.

Selengkapnya? Silahkan baca Sakinah Edisi Februari 2010 atau silahkan berlangganan di sini

KISAH

Kegundahan Nabi Ya’qub

Anakku, pada edisi lalu dikisahkan, bila saudara Nabi Yusuf, Benyamin, ditahan karena dituduh mencuri, sehingga tidak ikut pulang ke Kan’an. Saudara-saudaranya memohon agar Benyamin diampuni dan diizinkan pulang, sedangkan yang ditahan ganti salah seorang dari mereka, tapi sang menteri (Nabi Yusuf) tidak mau menuruti tawaran itu.

Ketika mereka telah  putus asa untuk meminta pengampunan dari Yusuf, mereka pun akhirnya berunding dan berbisik-bisik. Yahudza, saudara tertua mereka berkata, “Tidakkah kalian mengetahui bahwa sesungguhnya ayah kalian telah mengambil janji dan sumpah dari kalian, supaya kalian membawa kembali saudara kalian kepadanya, dan mentaatinya dengan keimanan kalian? Lalu apa yang akan kita katakan kepadanya sekarang. Sekarang kita semua telah kehilangan saudara dan melanggar janji. Luka hati ayah kalian karena kehilangan Yusuf belumlah kering. Air mata yang keluar belum berhenti. Dulu kita telah melakukan dosa yang pertama, dan sekarang kita semua melakukan dosa yang kedua.”

Selengkapnya? Silahkan baca Sakinah Edisi Februari 2010 atau silahkan berlangganan di sini

TAUHID

MENGENAL TANDA-TANDA KIAMAT

Abu dan Ummu yang dirahmati Allah, pada kesempatan lalu telah kita jelaskan apa saja yang hendaknya ditanamkan pada diri anak didik kita berkenaan dengan permasalahan kiamat. Nah, pada kesempatan ini, insyaallah akan disampaikan beberapa tanda-tanda dekatnya hari kiamat yang telah dijelaskan oleh Nabi kita Muhammad n. Kita sampaikan hal ini kepada anak-anak kita, agar mereka meyakini bahwa kiamat itu benar adanya, dan waktunya telah sangat dekat, sehingga kita bisa mengajaknya bersama-sama untuk mempersiapkan diri untuknya.

PEMBAGIAN TANDA KIAMAT

Abu dan Ummu yang dirahmati Allah, tanda-tanda hari kiamat ini telah dibagi oleh para ulama menjadi tanda-tanda yang kecil dan tanda-tanda yang besar.

Selengkapnya? Silahkan baca Sakinah Edisi Februari 2010 atau silahkan berlangganan di sini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current ye@r *

Back to top