5 responses to “Maafmu Malaikatmu”

  1. As-Salafiyyah

    Bismillah
    Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh
    Maaf, mohon dijelaskan tentang judul di atas…meskipun pembaca Insya Allah akan dapat memahami apa yang tersirat dalam judul tersebut, namun apakah suatu hal yang masih berada dalam koridor syari’at jika memisalkan “maaf” sebagaimana kekhususan yang dimiliki “malaikat”? meskipun dalam ilmu balaghah, -sebagaimana diketahui- jika membuat suatu permisalan , dalam hal ini adalah “permintaan maaf”, yang diibaratkan sebagaimana malaikat ..tentunya malaikat tersebut jauh lebih baik daripada maaf itu sendiri..namun sebagaimana pertanyaan saya:

    1. apakah boleh pengibaratan seperti itu? atau jikalau permisalan itu hanya dari beberapa segi pun…apakah tetap masih dibolehkan jika menyangkut kekhususannya?

    2. Apakah tidak lebih baik jika menggunakan tamtsil yang lain, sehingga lebih aman dan bebas terlepas dari kekhawatiran atas penyelewengan dalam akidah?

    Jazakumullah khairan atas penjelasannya.
    Waffaqanallah wa iyyakum

  2. ummu fathin

    assalamu’alaikum warohmatullah wabarokatuh.
    ana mau tanya, bagaimana bila ana sudah meminta maaf kepada orang yg mgkn prnh ana dzalimi, akan tetapi tdk ada reaksi atau tanggapan dr orang trsebut. apakah hal ni tlah membebaskn ana dr kesalahan ana trhadap orang trsebut??
    karna ana suka mndengar ucapan, “yg penting kan kita sudah minta maaf” ..
    mohon pendapat antum mngenai hal trsebut.
    sebelumnya jazaakumullaahu khoiron katsiron wa barakallaahufikum.

  3. muslimah

    Benarkah apabila kita blm dimaafkan oleh org yg kita sakiti, maka All0h jg blm memaafkan kita?

  4. saif

    bagaimana kalau seseorang istri atau suami yang tidak mau mengakui kesalahannya? Bisakah dia meminta maaf?

  5. Syarfdelila

    Bismillah….

    jika ucapan maaf hanya untuk main- main (mengulangi kesalahan lagi) bagaimana?

    Bagaimana pula menumbuhkan jiwa pemaaf?

    jazakallahu khairan

Leave a Reply