Nikah Sakinah Vol. 10 No. 6

Rasa Malas Apa Obatnya?

Rasa malas bisa menyerang siapa saja, kapan saja. Jika penyakit itu datang, bisa dipastikan akan banyak membawa kerugian bagi yang diserangnya. Tentu kita semua tidak ingin menjadi korabnya ‘kan?
Rasa malas bisa menyerang berbagi sendi kehidupan. Malas menuntut ilmu, malas beribadah, malas berdoa, dan malas bekerja. Bisa dibayangkan, jika seseorang terjangkiti penyakit ini dalam semua sendi kehidupannya, seperti apa jadinya? Naudzubillahi min dzalik!

Salah satu gejala adanya rasa malas dalam diri seseorang adalah sifat menunda-nunda. Menunda pekerjaan atau amalan, padahal pekerjaan atau amalan tersebut masih bisa dilakukan saat itu. Menurut Ibnul Qayyim rahimahullah, menunda-nunda kebaikan dan sekadar berangan-angan tanpa realisasi termasuk harta orang-orang yang bangkrut.

al-Hasan al-Bashri berkata, “Hati-hati dengan sikap menunda-nunda. Engkau sekarang berada di hari ini dan bukan berada di hari besok. Jika besok tiba, engkau berada di hari tersebut dan sekarang engkau masih berada di hari ini. Jika besok tidak menghampirimu, maka janganlah engkau sesali atas apa yang luput darimu di hari ini.”

Nah, Sakinah edisi ini membahas bagaimana mengatasi rasa malas ini. Selain itu, tidak lupa kami kupas pula penyebab-penyebab rasa malas tersebut. Semoga pembahasan ini bisa berguna bagi pembaca sekalian.

Selain itu, bagi pembaca yang punya banyak kesibukan, ada baiknya Anda membuat skala prioritas. Sehingga, apa yang telah anda rencanakan bisa berjalan dengan lancar dan tidak banyak yang tertunda. Dalam hal ini, manajemen waktu memang sangat Anda perlukan. Dan yang tak kalah penting, pompalah semangat dalam diri anda untuk menghilangkan keinginan menunda. Semoga sehabis puasa ini, semangat dan gairah baru setelah ditempa dalam sebulan bisa benar-benar anda manfaatkan.

Beranda Majalah Nikah Sakinah Vol. 10 No. 6

Daftar Isi Majalah Nikah Sakinah Vol. 10 No. 6

Tagged under: , ,

2 Comments

  1. imam munandar Reply

    bismillah..
    sebelumnya ana bertrimakash juga bersyukur kpd Allah, sebab Allah telah memberikan hidyahnya melalui majalh Sakinah yang telah ana baca, terutama ana sangat tersentuh dengan kisah2 yang ada di majalah ini, lau boleh ana usul gimana kalau semua cerita nyata yang ada di majalah sakinah itu di kumpukan dalam bentuk buku tersendiri mungkin akan lebih berkesan… teruslah berjuang wahai penegak sunnah walau melalui tulisan di majalah sakinah

    hamba Allah AlbarQi Ab-dullah
    lampung selatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current ye@r *

Back to top