Jalinan Cinta Pasutri

Sudah menjadi fitrah manusia, bahwasanya mereka membutuhkan teman di dunia ini. Baik teman untuk diajak bekerja sama dan saling membantu, dan khususnya teman untuk berbagi hidup. Bersyukurlah, Allah l telah menciptakan manusia  berlainan jenis, yang salah satu tujuannya agar manusia dapat bersatu dalam jalinan kasih sayang suci, bekerjasama melaksanakan risalah ilahi.

Salah satu hikmah pernikahan, terkuak dalam ayat berikut,

“Dialah Allah yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan darinya, dia menciptakan istrinya, agar dia merasa senang kepadanya….” (al A’raaf : 189)

Allah l menjadikan faktor penyebab seorang lelaki bisa senang berada di sisi wanita (dan sebaliknya), karena adanya kesatuan jenis/spesies dan juga materi dasar. Alasan munculnya kecocokan, karena wanita berasal juga dari unsur lelaki. Sehingga jelas, yang menjadi alasan bukanlah penampilan cantik, bukan juga kesamaan tujuan dan keinginan, bukan juga akhlak dan jalan hidup. Meskipun tak bisa dipungkiri, semua itu temasuk faktor yang menimbulkan ketenangan dan rasa cinta.

“Jiwa-jiwa manusia ibarat tentara yang dikerahkan, yang saling mengenal akan bersatu dan yang saling tidak kenal akan berpisah.” (Riwayat Bukhari, Shahih, hadits no. 3336)

Demikianlah, cinta merupakan pondasi dasar tegaknya suatu ikatan perkawinan. Untuk itulah, setiap pasutri seharusnya mengetahui bagaimana kiat dan upaya menumbuhkan dan menjaga perasaan cinta tersebut. Penasaran bagaimana caranya? Silahkan Anda menyimak selengkapanya pembahasan Nikah Sakinah edisi ini. Anda akan menemukan tema-tema menarik seputar cinta, yang mungkin belum pernah Anda dapatkan sebelumnya.

Namun, esensi pembahasan ini bukanlah cinta dalam urusan dunia semata. Bahkan, semua  itu tentu berpulang pada asas cinta sejati. Benar, cinta sejati yang abadi! Apakah itu? Ya, cinta yang landasannya adalah mengejar kebahagiaan akhirat. Sebab dengannya, pasutri akan berlabuh dalam kehidupan tanpa akhir, di surga Allah l yang penuh kebahagiaan.

Pembaca sekalian, di edisi kedua ini, Nikah Sakinah tentu masih banyak kekurangan. Harapan kami, semoga para pembaca  tidak bosan untuk mengirimkan masukan yang berguna sebagai perbaikan majalah kesayangan kita ini. Selamat membaca!

Tagged under:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current ye@r *

Back to top